Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengamat: Densus 88 Suka Menyiksa

Selasa, 19 Maret 2013, 21:24 WIB
Komentar : 0
Antara
Densus 88 membawa terduga teroris ke Mabes Polri, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyiksaan yang dilakukan Densus 88 dinilai bukan karena lemahnya undang-undang, namun karena karakter Densus 88 yang mencampurkan tugas dengan emosi personal.

"Saya kira itu karakter Densus sendiri. Membawa kasus teroris ke ranah emosi personal," kata pengamat terorisme, Al Chaidar saat berbincang dengan ROL, Selasa (19/3).

Al Chaidar menuturkan berdasarkan informasi yang diterimanya, personel Densus 88 kebanyakan non-Muslim. Sehingga, mereka diarahkan memburu teroris yang notabenenya diidentikan dengan Islam. Karenanya, Al Chaidar berpendapat harus ada peninjauan ulang soal keberadaan Densus 88.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan hasil investigasi video kekerasan yang diduga kuat dilakukan anggota Densus 88. Video berdurasi delapan menit ini menampilkan adegan kekerasan sejumlah oknum Polri saat melakukan penangkapan terduga teroris pada 2007.

Hasilnya, Komnas HAM menegaskan oknum aparat keamanan yang berada dalam video tersebut adalah Densus 88. Kesimpulan Komnas HAM ini mematahkan pernyataan Polri yang menegaskan dalam video tersebut tak ada anggota Densus 88 yang terlibat.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Karta Raharja Ucu
1.984 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Yusril: Undang-Undang Betul, Densus yang Salah

Pakar: Birokrat-Penegak Hukum Belum Bisa Jadi Teladan

Polisi Interogasi Pelaku Pembunuhan Bandara