Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Bantah Pilih Kasih, KPK Ungkit Penyitaan Aset Nazaruddin

Selasa, 19 Maret 2013, 16:39 WIB
Komentar : 0
Adhi Wicaksono/Republika
Juru Bicara KPK Johan Budi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah adanya pilih kasih dalam penanganan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bantahan ini dilontarkan karena adanya tudingan pilih kasih terkait penyitaan terhadap aset milik tersangka Irjen Djoko Susilo. Untuk membandingkan, KPK menyebut kasus TPPU M Nazaruddin. Di sini, KPK telah menyita aset dengan nilai mencapai Rp 400 miliar.

"Yang telah disita saham di Garuda lebih dari Rp 300 miliar," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP di Jakarta, Selasa (19/3).

Ditambahkan, KPK juga melakukan penyitaan terhadap aset yang terkait dengan Nazaruddin berupa kebun kelapa sawit senilai Rp 90 miliar. "KPK juga menyita beberapa saham di sebuah sekuiritas," tambahnya.

Sementara itu, kuasa hukum Djoko Susilo, Juniver Girsang menyatakan keberatannya terhadap sejumlah aksi penyitaan yang dilakukan penyidik KPK. Menurutnya aset-aset yang disita KPK sudah diperoleh sebelum 2011 atau di luar tempus delicti proyek simulator SIM. Ia pun mengaku sedang memikirkan langkah hukum yang tepat yang akan dilakukan terkait penyitaan aset tersebut. Terlebih lagi, jika tidak dapat dibuktikan kalau aset yang disita tidak berasal dari 2011 atau tidak terkait dengan kasus yang dituduhkan.

Hingga saat ini, penyidik KPK sudah banyak melakukan penyitaan terhadap aset milik Djoko Susilo. Berdasarkan informasi KPK telah menyita sebanyak 26 aset berupa tanah dan bangunan di empat provinsi. Selain itu, KPK juga menyita empat unit mobil, tiga SPBU dan enam unit bus besar pariwisata. Terakhir KPK menyita rumah dan sebidang tanah seluas tujuh ribu meter persegi di Bali serta dua vila dan tanah di Subang, Jawa Barat.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Mansyur Faqih
2.984 reads
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Nudirman Munir: KPK Geledah Ruang Setya Novanto Lecehkan DPR

Ini Kronologi Penggeledahan Ruang Setya Novanto

Ruang Setya Novanto Digeledah, Penyidik KPK Tenteng Tiga Kardus Dokumen