Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Terbukti Makelar Kasus, Hakim Tipikor Dipidana Enam Tahun

Senin, 18 Maret 2013, 16:06 WIB
Komentar : 0
ist
Heru Kisbandono

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang memvonis terdakwa perkara suap Heru Kisbandono dengan pidana enam tahun penjara.

Heru yang pernah menjabat sebagai hakim ad hoc (non aktif) Pengadilan Tipikor Pontianak ini  juga dijatuhi denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan penjara.

Dalam sidang pembacaan vonis oleh Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, yang di pimpin oleh John Halasan Butar-Butar, Senin (18/3), Heru dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama- sama.

Heru menjadi perantara suap antara Sri Dartuti dengan Kartini Julianna Marpaung dalam suap penanganan perkara kasus korupsi APBD, Kabupaten Grobogan. Dia dinilai terbukti melanggar pasal 12 huruf  (c) Undang-Undang Tipikor  juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Yang memberatkan, terdakwa yang berprofesi sebagai seorang hakim tidak mendukung program pemerintah, dalam hal ini pemberantasan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Mendengar vonis itu, Heru dan kuasa hukumnya sepakat menyatakan pikir-pikir. Demikian pula jaksa KPK Pulung Rinandoro dan Fikri.

Saat meninggalkan ruang sidang, Heru juga enggan berkomentar kepada wartawan, meski ekspresi wajahnya tetap tenang. “Tak ada komentar dulu,” ujar Heru.

Reporter : Bowo S Pribadi
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
781 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Komnas HAM: Tindakan Densus 88 Tidak Manusiawi

Pemerintah Didesak Awasi Kerja Densus 88