Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dituding Politisasi Pemeriksaan Anas, Ini Jawaban KPK

Jumat, 15 Maret 2013, 19:07 WIB
Komentar : 0
Juru bicara KPK Johan Budi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kuasa hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya menuding ada unsur politis dalam pemeriksaan kliennya sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM. Tudingan ini langsung dibantah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK panggil Anas sebagai saksi bukan politis. Dia dimintai keterangan yang perlu kita klarifikasi yang perlu kita dengar dari Anas," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP di Jakarta, Jumat (15/3).

Johan mengakui surat panggilan pemeriksaan Anas memang dalam kapasitasnya sebagai mantan ketua umum Partai Demokrat. Namun untuk pemeriksaannya seputar tugas Anas sebagai anggota DPR saat itu.

Ia membantah jika KPK dikatakan berpolitik. Karena KPK selalu melihat kasus dari segi hukumnya. 

"Jadi KPK tidak berpolitik, KPK lihat dari sisi hukum. Saya kira nggak ada kaitannya dengan partai," papar dia.

Johan pun mengatakan KPK tetap menghormati jawaban Anas di dalam pemeriksaan. Termasuk jawaban yang membantah terlibat dalam kasus simulator SIM.

"Kita hormati pendapat orang, itu haknya setiap saksi. Saya tidak tahu materi yang dibutuhkan penyidik terkait Anas," tegasnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Mansyur Faqih
2.191 reads
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Saan Bantah Terlibat Kasus Simulator

SBY Bersumpah Tak Intervensi KPK Terkait Status Hukum Anas

Soal Ibas, KPK Akan Validasi Pernyataan Yulianis