Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Agenda Pertama Perry: Suku Bunga Perbankan Rendah!

Jumat, 15 Maret 2013, 03:00 WIB
Komentar : 0
Antara
Perry Warjiyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam paparan final fit and proper test di DPR Komisi XI, Deputi Gubernur BI terpilih Perry Warjiyo mengemukakan enam agenda yang akan menjadi tantangan bagi BI.

Pengalaman bertahun-tahun menggeluti bidang moneter, baik di BI maupun di dunia akademis membuat Perry yakin bahwa implementasi kebijakan moneter tidak dapat hanya bertumpu pada instrumen suku bunga saja. 

Agenda pertama Perry adalah kebijakan pengendalian inflasi dan suku bunga rendah. Berbagai permasalahan ekonomi, termasuk stabilitas harga dan nilai tukar Rupiah yang menjadi mandat BI, menurutnya, tidak hanya disebabkan oleh faktor moneter. 

"Saya memunyai komitmen kuat dalam pengendalian inflasi dan kebijakan suku bunga rendah," kata Perry dalam paparan di Jakarta, Kamis (14/3).

Hal ini penting tidak hanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Dengan penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, tidak semua beban pengendalian inflasi diletakkan pada kebijakan suku bunga agar suku bunga tetap rendah.

Agenda kedua adalah stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pendalaman pasar keuangan. Ketiga, penguatan kebijakan makroprudensial dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keempat, pemberdayaan sektor riil, UMKM, dan ekonomi daerah. Menurut Perry, kajian komoditas strategis penyumbang inflasi dari ketahanan pangan dari komoditas strategis, misalnya beras, gula, minyak goreng, bawang merah dan capai merah, perlu dilakukan.

Berikutnya, pemetaan dan pendalaman klaster komoditas unggulan daerah dan komoditas utama penyumbang inflasi di Indonesia.

Agenda kelima Perry adalah penguatan koordinasi dengan Pemerintah dan komunikasi kebijakan. Keenam, penguatan organisasi dan sumber daya manusia.

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.854 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...