Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pelaku Mutilasi Ancol Warga Negara Cina

Kamis, 14 Maret 2013, 23:55 WIB
Komentar : 0
AP
Pembunuhan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KELAPA GADING -- Pelaku kasus mutilasi Ancol ternyata warga negara asing (WNA). Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Jakarta Utara, Kombes M Iqbal. 

Menurut Iqbal, pelaku ditangkap di Dukuh Pakis, Surabaya. Setelah melakukan pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa segala kemungkinan, diperoleh fakta kalau pelaku yang merupakan rekan kerja korban, adalah warga negara asing.

"Pelaku warga Cina," ujarnya, Kamis (14/3).

Pelaku diamankan pukul 18.30 lalu  diinterogasi dengan menggunakan penerjemah. Ini karena pelaku tidak bisa berbahasa Indonesia.

Sampai saat ini pelaku masih dalam perjalanan ke Jakarta. Esok, pihak kepolisian baru akan menggali informasi lebih lanjut. Dugaan motif sementara, pelaku terlibat hutang piutang dengan korban hingga sakit hati.

Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. 

Korban mutilasi, Tonny Arifin Djonim, ditemukan tewas dalam kondisi terpotong menjadi 11 bagian di Kompleks Ruko Mediterania Marina Residence, Jakarta Utara, Kamis (14/3) dini hari. Bagian tubuh korban disebar ke tiga tempat, termasuk satu koper, dua kardus, dan lima kantong kresek. 

Reporter : Riana Dwi Resky
Redaktur : Mansyur Faqih
2.144 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Kejakgung Tunggu Pelimpahan Kasus Pencurian Pulsa

Kontras: Statuta Roma Jangan Jadi Sensasi Politik