Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Sprindik Bocor, Komite Etik Belum Berencana Periksa Samad

Senin, 11 Maret 2013, 20:58 WIB
Komentar : 0
Republika/Bilal Ramadhan
Sprindik tersangka Anas beredar di wartawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Etik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik dari internal maupun eksternal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembocoran draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum.

Tiga pimpinan KPK sudah diperiksa, namun Komite Etik belum berencana melakukan pemeriksaan terhadap Ketua KPK, Abraham Samad.

"Zul (Zulkarnaen, BM (Busyro Muqoddas), Pandu (Adnan Pandu Praja) sudah. Abraham (Abraham Samad) belum, Bambang (Bambang Widjojanto) belum," kata anggota Komite Etik, Abdullah Hehamahua yang ditemui di KPK, Jakarta, Senin (11/3).

Abdullah Hehamahua menambahkan saat ini Komite Etik masih melakukan pengumpulan informasi mengenai proses bocornya dokumen KPK tersebut. Menurutnya Komite Etik masih belum memiliki titik terang tentang hal itu.

Untuk dua pimpinan yang belum diperiksa yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, lanjutnya, memang belum dijadwalkan pemeriksaannya. Jika kegiatan dua pimpinan KPK sudah berkurang, maka Komite Etik akan menjadwalkan pemeriksaannya.

"Nanti kalau kegiatannya sudah kurang kegiatan dua pimpinan itu, baru kita jadwalkan," tegas Penasihat KPK yang akan habis masa kerjanya akan berakhir pada akhir Maret 2013 ini.

Sebelumnya KPK telah memilih Bambang Widjojanto sebagai anggota Komite Etik karena dianggap tidak memiliki conflict of interest atau COI. Sejumlah saksi sudah diperiksa Komite Etik, salah satunya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarief Hasan.


Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Heri Ruslan
2.943 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

KPK dan 12 Kementerian/Lembaga Tanda Tangani Kesepakatan, Ada Apa?