Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Komite Etik: Syarief Hasan Bilang Wartawan yang Salah

Senin, 11 Maret 2013, 16:56 WIB
Komentar : 0
Antara
Syarief Hasan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komite Etik telah memeriksa Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarief Hasan terkait bocornya draf surat perintah penyidikan (Sprindik) atas nama Anas Urbaningrum pada Jumat (8/3) lalu.

Anggota Komite Etik, Abdullah Hehamahua mengatakan Syarief Hasan menyalahkan wartawan mengenai pernyataannya.

"Beliau (Syarief Hasan) bilang kalian (wartawan) yang salah, malah kalian yang salah kutip," kata Abdullah Hehamahua yang ditemui di KPK, Jakarta, Senin (11/3).

Sebelumnya berdasarkan berita di salah satu media online pada 7 Februari 2013, Syarief Hasan mengaku sudah mengetahui status Anas Urbaningrum yang saat itu sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat sebagai tersangka. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut dan meminta untuk menunggu keterangan resmi dari KPK.

Hal itulah yang menyebabkan Komite Etik melakukan pemeriksaan terhadap Syarief Hasan terkait bocornya dokumen KPK itu. Pasalnya draf sprindik Anas itu tersebar di kalangan wartawan pada Jumat (8/2) atau Sabtu (9/2).

Abdullah menambahkan Syarief Hasan mengatakan kepada Komite Etik bahwa wartawan yang salah mengutip pernyataannya. Saat itu Syarief Hasan yang juga anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengaku memang ditanya apakah sudah mengetahui jika Anas sudah menjadi tersangka.

"Terus dia jawab 'Oh ya?', dia malah kaget. Dia bilang kita tunggu saja," jelasnya.


Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Heri Ruslan
1.905 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...