Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

BNN: Narkoba Sintetik Lebih Sulit Dideteksi

Senin, 11 Maret 2013, 15:07 WIB
Komentar : 0
Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol DR Benny Mamoto (tengah) di dampingi Kepala Badan Narkotika Provinsi Nusa Tenggara Barat kombes Pol Drs Mufti Djusnir (kiri) dan Humas BNN, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto saat memberikan keteran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Narkotika buatan atau sintetik menjadi ancaman bagi semua negara. Pasalnya, produksi barang haram tersebut lebih sulit dideteksi oleh penegak hukum.

Direktur Pengejaran dan Penindakan BNN Irjen Pol Benny Mamoto mengatakan pembuatan narkotika sintetik pada umumnya dilakukan di rumah-rumah. ''Produksinya cukup mudah dengan mencampurkan bahan-bahan tertentu sesuai efek yang diminta,'' kata Beni kepada wartawan, di Jakarta, Senin (11/3).

Menurutnya, dengan begitu produsen dapat menentukan efek yang diinginkan, bahan seperti apa, pengaruh yang bagaimana dan sebagainya. ''Narkoba sintetik ini tak hanya mengancam Indonesia, tapi seluruh negara seperti Eropa juga Amerika,'' kata dia.

Dia pun mencium adanya kecenderungan sindikat internasional menjadikan Indonesia sebagai target penjualan. Pasalnya, pengedar narkoba yang baru ditangkap di Medan, AJ termasuk dalam jaringan Internasional yang berpusat di Malaysia. Di Indonesia, jaringan ini bekerja sama dengan kelompok Aceh.

''Barang diangkut menggunakan kapal barang dari Malaysia menuju Aceh,'' kata Benny.

Kelompok Aceh ini  merekrut beberapa kurir di Indonesia khususnya Medan. Menurutnya, Medan dianggap sebagai pasar yang potensial bagi perdagangan barang yang mengancam generasi bangsa ini.

Benny mengatakan, narkoba diambil dari India sebelum kemudian diangkut melalui jalur udara maupun laut ke Malaysia. ''Sindikat ini memiliki kapal barang sendiri yang digunakan untuk mendistribusikannya,'' kata dia.

Reporter : Lida Puspaningtyas
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
849 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Penempatan Tahanan Kasus Hercules Disebar

7 Kilogram Sabu Sindikat Internasional Dimusnahkan