Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Upaya Memberantas Premanisme Terganjal HAM

Sabtu, 09 Maret 2013, 19:37 WIB
Komentar : 1
ANTARA
PENERTIBAN PREMAN. Petugas kepolisian menggelandang preman yang terlibat tindak premanisme di Polda Metro Jaya Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi pemberantasan premanisme yang marak di Jakarta selalu terganjal Hak Asasi Manusia (HAM). Pelaku kriminal kerap kali bersembunyi di balik HAM.

"Inilah susahnya ketika hukum tunduk pada HAM," kata kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala ketika dihubungi, Sabtu (9/3)

Menurutnya, hukum sekarang ini dalam situasi yang manghargai HAM. Karenanya, hukum tidak bisa sewenang-wenang. Akan menjadi kasus kalau ada bukti dan saksi. Sementara, kalau hanya kasus ringan ketika keluar dia akan melakukan hal itu lagi.

"Hercules itu criminal career," kata Adrianus

Artinya, tambah dia, Hercules hanya bekerja di bidang kriminal. Ia pun sudah lama menggeluti dunia kriminal. Ini yang membuatnya berkali-kali berurusan dengan hukum. "Seperti tidak ada kerjaan yang lain," katanya

Sulitnya penegakan hukum karena terkait HAM, menjadikan Hercules atau kriminal lainnya merasa aman. Apalagi Hercules merupakan pemain dan ahli di bidang itu. 

Hercules juga dianggap tahu bagaimana menghalangi penindakan. Makanya menjadi tepat ketika ketika Hercules menyerang polisi, dan langsung ditangkap ketika ada bukti dan saksi.

"Ya, baguslah, polisi sudah bertindakk tegas. Kita sebagai masyarakat mengapresiasi kinerja kepolisian," kata Adrianus

Adrianus mengungkapkan, ada langkah yang harus dilakukan polisi yaitu menutup perputaran premanisme. Setelah John Kei ditangkap, Hercules merasa tidak tertandingi. Sekarang Hercules tertangkap. Roda perputaran tersebut agar tidak terisi dengan preman lainnya.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Mansyur Faqih
4.381 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Ham Burger Sabtu, 9 Maret 2013, 22:20
Preman dilindungi karena kalo ditindak bisa melanggar ham.. Lhaaa.. Slama ini bukannya preman menginjak2 HAM manusia2 lain yg membutuhkan rasa aman, ​#:-s#:-s.. ÇäpË ÐWέêHh••♌#:-s#:-s#:-s
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...