Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Komisi I Akan Panggil Panglima TNI

Jumat, 08 Maret 2013, 21:41 WIB
Komentar : 0
Antara
Nurhayati Ali Assegaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi I DPR  akan memanggil Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono untuk meminta keterangan soal penyerangan Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU).

"Komisi I DPR RI akan segera memanggil Panglima TNI. Kami akan mengusulkan untuk segera dilaksanakan rapat gabungan TNI dan Polri," kata anggota Komisi I Nurhayati Ali Assegaf di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (8/3).

Ketua Fraksi Partai Demokrat  itu mengatakan, akar masalah bentrokan anggota TNI dan Polri tak lain adalah kesenjangan antara keduanya.

Sejak berpisah, tuturnya, masing-masing memperlihatkan ego sektoral. "Siapa yang lebih superior dann inferior. Mungkin harus mulai dipikirkan masalah kesejahteraan yang sama antar keduanya agar tidak menimbulkan hal-hal seperti ini," katanya.

Menurutnya, kejadian ini bukan pertama kali. Sehingga, tuturnya, bukan hal yang baik ditonton masyarakat. "Yang harus diselesaikan bukan hanya mencari siapa pelakunya tapi akar permasalahannya. Tidak ada pembenaran untuk tindakan anarkis," katanya. 

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
666 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Tentukan Biaya Perkara, Kejagung Lakukan Penelitian

BRI Laporkan Kasus Penggelapan Emas Nasabah ke Polisi