Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polri Masih Inventarisasi Kerugian Penyerangan Polres OKU

Jumat, 08 Maret 2013, 16:07 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Fatma Putra
Boy Rafli Ammar (depan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim investigasi Mabes Polri masih menyelidiki kasus pembakaran Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU) di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) Kamis (7/3).

 

Tim investigasi baru menginventarisasi kerusakan yang terjadi akibat penyerangan kemarin. Selain Mapolres luluh lantah, sejumlah bangunan dan kendaraan motor di dekat kantor polisi tersebut juga hancur.

Dijelaskan, dalam peristiwa ini dua poslantas OKU ikut dihancurkan, satu subsektor dirusak, serta 69 motor dan sembilan mobil dibakar.

“Mapolsek Martapura yang tak jauh dari Mapolres juga hancur,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jumat (8/3).

Hingga kini, menurut dia, nilai kerugian akibat penyerangan sejumlah anggota TNI ini masih belum dikalkulasikan. Pasalnya, tim yang terdiri dari Mabes Polri dan Mabes TNI masih fokus mengungkap biang dari kejadian memalukan ini.

 “Kerugiannya masih seputar inventarisasi. Mungkin besok semunya baru bisa diketahui berapa kerugian yang dimunculkan,” kata dia.

 Sebelumnya, 95 tentara yang diketahui merupakan anggota TNI AD Arteleri Medan (Armed) menyerang Mapolres OKU dengan brutal hingga menyebabkan para personel polisi di markas tersebut  juga luka-luka.

 Diduga kejadian ini akibat para TNI tersebut tak sabar pada proses hukum BW, oknum Polres OKU yang pada  Januari 2013 lalu menembak mati rekan mereka, Pratu Heru Oktavianus.

 

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.993 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Polri: Tentara Juga Rusak TK Bhayangkara

Fadjroel Kembali Lakukan Aksi Plontos di Gedung KPK