Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Soal Century, Pengamat: Kenapa Anas Baru Bicara Sekarang?

Rabu, 06 Maret 2013, 15:09 WIB
Komentar : 0
Republika/Agung Supriyanto
Anas Urbaningrum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus Century kembali menghangat. Terutama setelah Tim Pengawas Century mendatangi rumah Anas Urbaningrum yang disebut-sebut memiliki bukti dan fakta baru tentang skandal yang merugikan negara hingga Rp 6,7 triliun tersebut.

Peneliti politik senior dari LIPI, Syamsudin Haris mengatakan kasus Century merupakan cerita lama yang diungkit kembali. Ia memerkirakan tidak akan banyak perubahan meski Anas digadangkan memiliki informasi penting untuk membongkar skandal bank swasta itu.

Syamsuddin tidak yakin tambahan info dari Anas akan beri efek signifikan dalam pengungkapan kasus Century. Pasalnya secara tidak langsung Anas akan disalahkan publik.

"Data ada, tapi selama ini diam saja. Kemudian Anas cuma tahu level kulit-kulitnya saja. Tidak bisa jadi bukti bagi KPK," kata Syamsuddin di Jakarta, Rabu (6/3).

Karena nuansa politiknya sangat kental, lanjut dia, mantan ketua umum Partai Demokrat itu diprediksi tidak akan punya keberanian mengungkap banyak hal. Apalagi kasus Century tidak hanya menyudutkan satu kelompok atau parpol saja, melainkan banyak partai. Sedangkan saat ini kecenderungannya parpol akan saling melindungi.

Terlepas dari kesaksian Anas, Syamsuddin menyebut kasus Century sifatnya sudah status quo. "Langkah KPK akan segitu saja. KPK akan kesulitan temukan dua alat bukti yang kuat. Bisa jadi karena faktor politik yang sangat kuat," ujar dia.

Syamsudin melihat langkah KPK hanya sebatas pemeriksaaan pejabat publik setingkat deputi gubernur Bank Indonesia saja. Sedangkan untuk menyentuh pejabat-pejabat di level yang lebih tinggi KPK masih melempem.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Karta Raharja Ucu
4.044 reads
Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Masyarakat Kecil Masih Sulit Mendapatkan Keadilan