Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

NU: Arief Hidayat Paham Fakta Sosial

Selasa, 05 Maret 2013, 20:44 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
House of Representative picks Arief Hidayat as the next chief of Constitutional Court on Monday, to succeed Mahfud MD whose term ends on April 1 2013.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terpilihnya Hakim Mahkamah Konstitusi yang baru, Arief Hidayat disambut banyak kalangan. Pemahaman Arif tentang kondisi sosiologis rakyat dinilai bakal memberi nilai tambah kepada MK.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni mengatakan, terpilihnya Arief  akan mendekatkan produk hukum dengan fakta sosial yang ada di Indonesia.

Sebab, sosok Arief Hidayat bukan hanya menguasai disiplin ilmu hukum, namun juga gejala sosial yang ada di masyarakat.

Sulton optimis, dengan terpilihnya Arief, institusi MK mampu meningkatkan kinerjanya untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap peran dan fungsi MK dalam konstitusi negara.

Sikap Arief tentang menolak perkawinan sesama jenis menjadi bukti integritas dan kapasitas hakim yang mampu mengkorelasikan produk hukum dengan realita sosial.

"Itu bukti kemampuan memahami sosio-kultural masyarakat Indonesia," tegas Sulton. 

Prof Dr Arief Hidayat SH terpilih menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2018. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang ini menggantikan Mahfud MD.

Saat voting, Arief menang dengan memperoleh 42 suara.Pemilihan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika dan dihadiri oleh 48 dari total 54 anggota. 

Reporter : Agus Raharjo
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.655 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Tolak Perkawinan Sejenis, Hakim MK Baru Dinilai Moralis

Polri: Teroris di Video Kelompok Berbahaya

KPK: Anas Bisa Dijerat UU TPPU