Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mabes Polri Tolak Pembubaran Densus 88

Senin, 04 Maret 2013, 20:21 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Markas Besar (Mabes) Polri menolak ide pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang diusulkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan sejumlah Ormas Islam.

''Kami meminta usulan itu dipikirkan masak-masak,'' kata Brigjen Pol, Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/3).

Boy mengatakan, keberadaan Densus 88 saat ini diperlukan untuk mengawal bangsa agar terbebas dari ancaman terorisme. ''Densus 88 itu visinya menjadikan bangsa Indonesia terbebas ancaman terorisme, jadi kalau Densus 88 dibubarkan, yang menghadapi ancaman teroris siapa,'' tanya Boy.

Menurut Boy, Densus 88 saat ini tengah menjalankan misi yang cukup berat untuk berjuang melawan ancaman teroris yang belum selesai. ''Densus 88 telah berhasil menggagalkan orang-orang yang memiliki bom rakitan dan siap diledakkan. Sudah puluhan bom yang diamankan dan diungkap Densus 88, dan tidak meledak. Artinya sudah berapa orang yang diselamatkan Densus 88? Kalau Densus 88 dibubarkkan, yang melindungi Indonesia dari ancaman terorisme ini siapa?''

Diungkapkan Boy, keberadaan Densus 88 merupakan amanat UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang ancaman terorisme. Karenanya, pembubaran Densus 88 memerlukan kajian mendalam. ''Evaluasi perlu, tapi untuk dibubarkan mohon pemahaman semua pihak bahwa misi Densus 88 membebaskan bangsa Indonesia dari ancaman terorisme,'' tegasnya lagi.

Reporter : Rusdy Nurdiansyah
Redaktur : Dewi Mardiani
2.824 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...