Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mabes Polri Minta Publik Dukung Densus 88

Senin, 04 Maret 2013, 17:48 WIB
Komentar : 1
Antara
Densus 88 membawa terduga teroris ke Mabes Polri, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri meminta publik Indonesia memandang lebih dalam terkait maraknya permintaan pembubaran Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.

Polri menilai, bubarnya densus yang sudah digalang sejak tahun 2003 itu bukanlah solusi dari ketidakpuasan yang diutarakan segelintir orang.

Densus 88 sebagai bagian dari Polri tentu memiliki tujuan utama yang sama dengan semua satuan yang ada di kepolisian, yakni melindungi masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius menjelaskan, penonaktifkan Densus 88 malah seolah mengubur semua jasa-jasa mereka selama ini kepada bangsa.

Densus 88 yang digagas pembentukannya oleh mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (purn) Firman Gani dinilai dinilai masih dibutuhkan. Terlebih, ujarnya, isu-isu bom masih marak mewarnai jagat Indonesia. Sehingga, masih dibutuhkan peran satuan antiteror untuk dapat meredamnya.

“Dulu waktu banyak bom Polri didesak untuk tangkap teroris. Sekarang sudah bagus-bagus malah minta Densus dibubarkan. Ini kan sayang, membentuk detasemen sehebat Densus bukanlah perkara ringan,” kata Suhardi kepada Republika, Senin (4/3).

Mantan Wakapolda Metro Jaya ini menambahkan, peran Densus 88 sejatinya amat memberikan dampak signifikan akan kondisi kemananan di dalam negeri. Terlepas dari segala tudingan miring  yang disematkan, mau tak mau harus diakui bahwa hanya Densus 88 lah yang terdepan dalam membasmi terorisme,” kata dia.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.471 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Cimplo Senin, 4 Maret 2013, 18:06
Densus cuma berani sma yg berjenggot! Giliran sma yg pke koteka,sembunyi diblik TNI!
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Choel Mallarangeng Serahkan Uang Rp 5,5 M ke KPK

BPK Telusuri Keterkaitan 10 Legislator Dalam Kasus Hambalang

Jaksa Tahan Perwira Polisi karena Kasus KDRT