Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPK Persilakan Anas Jadi Saksi Kasus Century

Rabu, 27 Februari 2013, 11:00 WIB
Komentar : 2
Pandega/Republika
Anas Urbaningrum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak yang meminta mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menjadi saksi dalam kasus bail out Bank Century. Jika ternyata Anas bersedia menjadi saksi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menyambutnya dengan tangan terbuka.

"Siapa pun punya kewajiban hukum untuk menjadi saksi bila punya informasi atas suatu kasus, termasuk Anas," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dalam pesan singkat kepada Republika, Rabu (27/2).

Ia menambahkan, setiap orang harus memiliki kesadaran untuk memberikan kesaksian. Apalagi untuk mengungkap kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani KPK. 

Menurutnya hal ini merupakan prinsip universal dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Sebelumnya, tim pengawasan (timwas) Century berencana memanggil mantan ketua umum PB HMI tersebut. Timwas meyakini Anas memiliki informasi menarik, tidak hanya terkait kasus Century. Tetapi juga mempunyai informasi menarik tentang kasus-kasus lainnya.

Apalagi Yuddy Chrisnandi mengisyaratkan kalau salah sahabatnya itu memang berniat untuk membongkar skandal Bank Century. Penjelasan atau informasi dari Anas itu dalam kapasitasnya sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrat dinilai sangat penting bagi Tim Pengawas skandal Bank Century maupun KPK.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Mansyur Faqih
3.236 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  arief Rabu, 27 Februari 2013, 11:14
kenapa Anas kalau tahu tidak menjelaskan waktu jadi ketua umum? Berarti Anas termasuk yg menutup2i, kalau begitu bisa kena jerat juga donk
  T-Rexx Rabu, 27 Februari 2013, 11:13
siap" kotak PANDORA mau dibukaaa...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...