Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat Lebih Percaya LSI Daripada LSJ

Kamis, 21 Februari 2013, 13:20 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Presentasi hasil survei politik. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat enggan menanggapi hasil survey Lembaga Survey Jakarta yang menyebut elektabilitas Demokrat terjun bebas ke angka 6,9 persen.

"Nggak usah ditanggapi," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/2).

Marzuki menyatakan partainya lebih memilih percaya survey yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI). Menurutnya, Partai Demokrat sudah terbiasa menggunakan LSI sebagai parameter elektabilitas.

"Kalau kita pakai lembaga survei kita harus konsisten. Supaya tidak ada perubahan dalam cara survey. Kemudian samplingnya juga, analisisnya juga," ujar Marzuki.

Ketimbang sibuk memikirkan hasil survey, Partai Demokrat memilih fokus pada pembenahan internal. Menurutnya, partai ingin bersih-bersih dengan mengeluarkan pengurus yang tersangkut masalah hukum.

"Bersih-bersih dulu lah. Kita menyarankan pengurus yang tersangkut masalah hukum di seluruh Indonesia keluar dari kepengurusan,"ujarnya.

Menurut Marzuki partainya tidak akan tebang pilih memberi sanksi kepada kader yang memiliki masalah hukum. Dia mengatakan siapapun kader yang terlibat, termasuk tenaga ahli akan dikeluarkan dari partai bila melanggar pakta integritas. "Kita konsisten," ujarnya.

 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.172 reads
Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu((QS. An Nisa 4 : 29).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...