Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

KY: Jangan Istimewakan Kasus Anak Hatta Rajasa

Monday, 18 February 2013, 14:32 WIB
Komentar : 0
 Tersangka kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, Rasyid Rajasa (Tengah) didampingi orangtuanya Hatta Rajasa dan Okke Rajasa, tiba di Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Senin (7/1). (Republika/Adhi Wicaksono)
Tersangka kasus kecelakaan di Tol Jagorawi, Rasyid Rajasa (Tengah) didampingi orangtuanya Hatta Rajasa dan Okke Rajasa, tiba di Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Senin (7/1). (Republika/Adhi Wicaksono)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Yudisial (KY) mengimbau majelis hakim dalam persidangan tidak memberikan perlakuan istimewa, termasuk terhadap tersangka kasus BMW maut, Rasyid Rajasa. KY mengingatkan semua orang harus diperlakukan sama di hadapan hukum tidak terkecuali anak menteri.

"Kita harapkan penanganan semua kasus seperti itu, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat atau kejanggalan," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh di Jakarta, Senin (18/2). 

Imam bisa memahami pandangan sejumlah pengamat yang meminta agar KY dan Mahkamah Agung (MA) untuk memantau jalannya persidangan Rasyid. Lantaran penanganan kasus anak Hatta Rajasa terbilang super cepat dan ada dugaan perlakuan aneh dari penyidik Polri. 

Belum lagi, ada kejanggalan yang muncul mulai dari awal penyidikan hingga pelimpahan ke Kejaksaan Agung dengan durasi waktu 11 hari. 

Menurut Imam, selayaknya setiap tersangka tidak diistimewakan gara-gara statusnya sebagai anak menteri senior. "Kesamaan di depan hukum bukankah berlaku di negara hukum?"  tanya dia. 

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Citra Listya Rini
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Karya Seni Sebagai Media Dakwah
JAKARTA -- Seni dan agama kerap dipandang sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Akan tetapi menurut Ustaz Erick Yusuf, seni dan agama memiliki koherensi...