Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden PKS Jadi Tersangka, Ini Dampaknya Bagi Partai

Kamis, 31 Januari 2013, 08:26 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq (kiri) dan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq (kanan).
Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq (kiri) dan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Center for Indonesian Reform (CIR) Sapto Waluyo menepis dugaan bahwa kredibilitas PKS akan rusak karena proses penahanan petinggi partai itu LHI oleh KPK.

"Dalam jangka pendek mungkin terjadi goncangan, tapi kader dan konstituen PKS tergolong kelompok terdidik dan solid. Mereka akan mencermati langkah KPK, apakah profesional dan akuntabel dalam menyidik kasus itu," katanya di Jakarta, Kamis.

CIR merupakan lembaga kajian strategi dan kebijakan, serta rujukan informasi untuk masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, sains-teknologi, hukum dan hak asasi manusia (HAM). Lembaga itu didirikan pada 30 November 2001 di Jakarta.

"Jika tidak, maka kredibilitas KPK yang justru jadi pertaruhan," tambah Sapto, yang pernah terlibat menyusun RUU KPK bersama panitia yang dipimpin Prof. Romli Atmasasmita.

Anggota tim perumus RUU waktu itu termasuk Taufiqurrahman Ruki, Erry Riyana Hardjapamekas, Amien Sunaryadi, dan Teten Masduki yang mewakili LSM.

Ia mengemukakan, salah satu prosedur tetap yang harus dilakukan KPK sebelum menetapkan tersangka (dalam tahap penyidikan), maka harus dilakukan proses penyelidikan seperti pengumpulan bahan bukti dan pemeriksaan saksi yang cermat dan komprehensif.

"Sebab, sekali seseorang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK, maka tak ada SP3. Kasus itu harus dituntaskan sampai peradilan, meskipun proses peradilan bisa beresiko dibebaskannya tersangka/terdakwa," katanya.

Untuk itu, kata dia, penetapan tersangka biasanya didahului gelar perkara oleh penyidik dan rapat pimpinan. Jika pimpinan berbeda pandangan, maka dilakukan pungutan suara.

"Di situlah profesionalitas KPK diuji," kata Sapto.


Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...