Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Profesionalisme BNN Harus Ditingkatkan

Selasa, 29 Januari 2013, 20:00 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto menunjukkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan kediaman artis Raffi Ahmad di Jakarta, Ahad (27/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Profesionalisme personel Badan Narkotika Nasional (BNN) diminta ditingkatkan, terutama dalam hal aksi penindakan. Menurut Ketua Umum Gerakan Anti-Narkoba Nasional, I Nyoman Adi Feri, profesionalisme itu perlu ditingkatkan di dalam konteks penangkapan, pengintaian, dan penetapan status tersangka.

“Tolong untuk yang ini ditingkatkan profesionalitasnya,” kata I Nyoman saat dihubungi, Selasa (28/1). Menurutnya, BNN begitu mudahnya menetapkan status tersangka pada orang yang ditangkap. Tetapi, mudah pula mencabut status tersangka itu seperti yang terjadi pada artis Irwansyah dan Zaskia Sungkar.

Seperti diketahui, Mark Sungkar, orang tua pasangan artis Zaskia Sungkar dan Irwansyah kecewa dengan BNN. Sebab, status dua artis yang ditangkap BNN di rumah Raffi Ahmad itu tertulis sebagai tersangka.

"Pada headline kop surat pelepasan berbunyi, Surat Perintah Pelepasan Tersangka. Padahal anak kami belum berstatus sebagai tersangka. Dan kalimat berikutnya juga disebutkan sebagai tersangka," ujar Mark Sungkar di kantor BNN, Selasa.

Selain itu, lanjut Mark, ada surat pemberitahuan dari BNN saat Zaskia dan Irwansyah ditangkap yang menuliskan bahwa surat tersebut ditujukan kepada keluarga tersangka.

Menurut I Nyoman, hal tersebut bisa dipahami. Karena, BNN adalah lembaga yang belum lama terbentuk. Pola rekrutmen dan penetapan personelnya kebanyakan masih dari kepolisian. “Harusnya ke depan BNN harus berani diisi oleh orang-orang profesional, bukan dari kepolisian, “ katanya.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Dewi Mardiani
2.139 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...