Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anggaran Polri di 2013 Turun

Jumat, 25 Januari 2013, 21:49 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Lambang Polri (ilustrasi).
Lambang Polri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana anggaran Polri untuk 2013 mengalami penurunan. Tahun ini, kepolisian hanya mendapat Rp 45,6 triliun. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius mengatakan, mengajukan dana sebesar Rp 51,761 triliun untuk 2013. "Anggaran yang Polri terima ini sudah diperhitungkan benar," ujar dia Jumat (25/1).

Asisten Sarana dan Prasarana (Asrena) Polri Irjen Sulistyo mengatakan, uang tersebut akan dibagi ke dalam beberapa bagian. Yaitu, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.

Belanja pegawai dialokasikan sebesar Rp 29,859 triliun. Sedangkan belanja barang Rp 8,940 triliun dan belanja modal Rp 6,821 triliun.

Polri juga mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp 2,219 triliun sebagai dana optimalisasi sebesar Rp 2,219 triliun. Jumlah tersebut sudah meliputi tunjangan anggaran operasional penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebesar Rp 250 miliar.

Dana optimalisasi yang baru di tahun 2013 ini didapatkan oleh Polri dijelaskannya akan digunakan untuk merekrut penyidik-penyidik untuk Tipikor.

"Ada juga sisanya digunakan untuk merekrut 15 ribu brigadir dengan alokasi dana Rp 466 miliar. Lalu untuk pengadaan Sarana dan Prasarana Rp 1,366 triliun, biaya tiga belas program dan 89 kegiatan Polri dan untuk 31 Polda yang ada Rp 137 miliar," kata dia.

Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Mansyur Faqih
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
WNI dan Investor AS Optimis pada Kepemimpinan Jokowi
WASHINGTON DC -- Pelantikan Presiden Joko Widodo mendapat reson positif dari investor serta WNI di AS. Perseteruan politik antara kubu Jokowi dan Prabowo...