Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

MK Bubarkan RSBI

Selasa, 08 Januari 2013, 15:31 WIB
Komentar : 0
Republika/Amin Madani
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengabulkan gugatan pendirian Rintisan Sekolah Rintisan Internasional (RSBI).

“Mengabulkan permohonan untuk seluruhnya,” kata Mahfud di gedung MK, Selasa (8/1).

Dalam sidang kali ini, putusan sembilan hakim konstitusi tidak bulat. Wakil Ketua MK Achmad Sodiki memilih dissenting opinion dan tidak setuju RSBI dibubarkan.

Untuk diketahui, Pengujian pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas ini dimohonkan sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan yang mengaku tak bisa mengakses satuan pendidikan RSBI/SBI ini lantaran sangat mahal.

Mereka adalah Andi Akbar Fitriyadi, Nadia Masykuria, Milang Tauhida (orang tua murid), Juwono, Lodewijk F Paat, Bambang Wisudo, Febri Antoni Arif (aktivis pendidikan).

Mereka menilai pasal yang mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan bertaraf internasional itu diskriminatif. Keberadaan pasal itu menimbulkan praktek perlakuan yang berbeda antara sekolah umum dan RSBI/SBI.

Misalnya, dalam sekolah umum fasilitasnya minim dan guru-gurunya kurang memenuhi kualifikasi. Sementara di sekolah RSBI fasilitas lengkap dan guru-gurunya berkualitas.

Jika pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas tetap dipertahankan potensi pembatasan akses hak warga negara untuk mengenyam kualitas pendidikan yang baik akan terus dilanggar. Para pemohon meminta MK membatalkan pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas karena bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1), Pasal 28I ayat (2), Pasal 32 ayat (1), (2), (3), Pasal 36 UUD 1945.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Fernan Rahadi
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  David Satya Hartanto Rabu, 9 Januari 2013, 07:33
Mestinya RSBI mau mencontoh tuh ITB. Curhat aja ya. ITB katanya mahal. Univ ngetop se Indonesia peringkat 81 dunia. Tapi banyak mahasiswanya bias ngenyam kuliah sampe lulus tanpa bayar sepeserpun. RSBI mestinya tetap ada, tapi yang tak mampu tetap boleh lanjutin sampe lulus.
  suparmin Selasa, 8 Januari 2013, 21:19
pro dan kontra wajar adanya, saya sebagai dosen di LPTK yang mendidik calon guru setuju dengan pembubaran RSBI. Pemerataan distribusi guru berkualitas harus direalisasi agar semua sekolah menjadi unggul
  Bejobanget Selasa, 8 Januari 2013, 18:05
wah, bagus itu.
supaya pendidikan lebih merata