Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Penyebab Utama Perempuan Lakukan Korupsi

Sabtu, 22 Desember 2012, 20:47 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin
Angelina Sondakh menyampaikan eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT -- Sistem politik menjadi penyebab meningkatnya jumlah perempuan yang melakukan korupsi.

Hal ini disampaikan perwakilan Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dalam diskusi publik peringatan hari ibu dengan tema "Perempuan Bicara Korupsi", Sabtu (22/12).

Berdasarkan data Mahkamah Konstitusi, pada 2008, dari 22 kasus korupsi, ada dua perempuan yang terlibat dalam kasus korupsi. Angka ini meningkat pada 2011, yang mencapai 11 perempuan.

Asisten Pimpinan Komnas Perempuan Yulianti Muthmainah menyatakan, sistem politik yang ada saat ini memang mendorong orang untuk melakukan korupsi. Sebagai contoh, di parlemen atau Pilkada, setiap orang yang ingin mendaftar biasanya sudah diminta uang. Kemudian nantinya orang itu pasti mencari uang untuk mengembalikan modal.

"Tapi saya percaya, koruptor perempuan itu biasanya bukan pelaku utama. Tapi hanya sebagai kurir atau terlibat saja," kata Yulianti kepada Republika, Sabtu (22/12).

Yulianti menambahkan, kecenderungan perempuan untuk melakukan korupsi lebih rendah dibandingkan laki-laki. Yulianti pun mengacu pada data, 93,4 persen pelaku korupsi adalah laki-laki.

"Kami tetap mendorong keterwakilan 30 persen perempuan di politik dan juga perempuan bisa memegang posisi penting di pemerintahan," ujarnya.

Selain itu, Yulianti juga menyoroti ketimpangan pemberitaan terhadap koruptor perempuan. Menurutnya, apabila pelaku korupsinya itu perempuan yang ditonjolkan justru aspek-aspek lain, seperti tubuhnya, dandanannya, dan wajahnya.

"Seharusnya kan yang diberitakan proses hukum yang sedang berjalan, fakta pengadilan, dan sejauh mana keterlibatan perempuan tersebut," ujarnya.

Reporter : Reja Irfa Widodo
Redaktur : Heri Ruslan
2.517 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...