Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Mulai Selidiki Aliran Dana Hambalang

Rabu, 19 Desember 2012, 20:55 WIB
Komentar : 0
Proyek Hambalang
Proyek Hambalang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa saksi-saksi untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang yaitu Deddy Kusdinar dan Andi Mallarangeng. KPK juga mulai menyelidiki aliran dana proyek bernilai sekitar Rp 2,5 triliun ini.

"Terkait adanya aliran dana penyelenggara negara dalam kaitan dengan pengadaan di Hambalang, pemeriksaan saksi atas nama Roni Wijaya dari PT Dutasari dan Kurniawan Purwo, mantan Wakil Divisi PT Adhi Karya," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, Rabu (19/12).

Johan Budi menambahkan proses penyidikan terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang masih dilakukan. KPK sendiri menelusuri aset dari milik Andi Mallarangeng. Sedangkan Pusat Pelaporan dan Analisas Transaksi Keuangan (PPATK) diminta informasinya terkait adanya transaksi-transaksi mencurigakan terkait proyek itu.

Terkait Andi Mallarangeng yang dikabarkan tidak menandatangani pengajuan dana proyek Hambalang, yang membengkak dari sebelumnya Rp 125 miliar menjadi Rp 1,2 triliun serta dicairkan Kementerian Keuangan, ia tidak menanggapinya. Menurutnya meskipun Andi Mallarangeng tidak tanda tangan bukan berarti yang bersangkutan tidak bisa dijadikan tersangka.

Johan berkelit saat ditanya tentang kemungkinan Menkeu Agus Martowardojo ikut dijadikan tersangka, meskipun ia tidak menutup kemungkinan jika penyidik bisa menetapkannya sebagai tersangka.

"Jadi Andi (Mallarangeng) itu diduga menyalahgunakan kewenangan sebagai Menpora. Jangan seolah-olah Menkeu tanda tangan, Andi tidak, terus Menkeu mesti jadi tersangka, nanti dulu lah," katanya berkelit.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Fernan Rahadi
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) bernilai sedekah bagimu((HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ninoy Jumat, 28 Desember 2012, 19:38
Johan siapanya Agus nih? Kayaknya pasang badan gitoooh ya?!