Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Dapat Tambahan 26 Penyidik Baru

Minggu, 02 Desember 2012, 10:48 WIB
Komentar : 0
Tahta Aidilla/Republika
Penyidik KPK tengah bertugas. (Ilustrasi)
Penyidik KPK tengah bertugas. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 26 orang sudah menjalani masa pendidikan sebagai penyidik internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelahnya, mereka akan menjalani magang kerja alias on Jon Training (OJT) selama satu bulan untuk mendapatkan brevet penyidik.

"Penyidik internal sudah selesai sekolah hari Senin pekan ini. Akan ada penutupan pendidikan di sekolah," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjodjanto di Jakarta, Ahad (2/12).

Bambang menjelaskan ke-26 penyidik yang berasal dari luar kepolisian itu, belum bisa langsung menangani kasus. Mereka harus menjalani masa tandem dengan penyidik KPK yang sudah lebih dulu bertugas, agar melihat dan tahu cara penanganan kasus yang dilakukan penyidik KPK.

Perekrutan penyidik baru KPK itu menyusul berkurangnya jumlah penyidik di KPK. Bermula dari penarikan 20 penyidik KPK oleh Polri pada September lalu, enam orang penyidik KPK lainnya memutuskan mengundurkan diri dan kembali bergabung dengan Polri.

Saat ini, jumlah penyidik KPK tak sampai 70 orang. Sangat jauh dengan jumlah penyidik ideal seperti yang diharapkan KPK, yaitu sebanyak 300 orang.

Untuk mengatasi masalah itu, KPK membuka pendaftaran pendidikan penyidik untuk pegawai internal KPK dari luar kepolisian. Mereka berasal dari berbagai direktorat yang ada di KPK seperti Direktorat Penyelidikan dan Litbang.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...