Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pejabat Disdik Sukabumi Ditahan

Jumat, 30 November 2012, 00:32 WIB
Komentar : 1
Ruang Tahanan
Ruang Tahanan

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI—Sebanyak empat pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak, Kamis (29/11).

Keempatnya ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan buku yang anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Empat pejabat Disdik tersebut yakni D, M, HS, dan DJ. Ke empatnya adalah Pejabat Pembuat Teknis kegiatan (PPTK) program pengadaan buku DAK pada 2010 lalu dengan anggaran Rp 12,8 miliar.

Sebelumnya, pada Senin (26/11) lalu, Kejari Cibadak telah lebih dahulu menahan pejabat Disdik MI dalam kasus yang sama. Saat ini MI menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Disdik Kabupaten Sukabumi. ‘’Para tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan,’’ ujar Kasi Intelijen Kejari Cibadak, R Budi Haryanto, kepada wartawan, Kamis (29/11).

Langkah ini dilakukan untuk mencegah tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.Menurut Budi, indikasi korupsi diketahui dari kurangnya jumlah buku yang disalurkan ke sekolah-sekolah. Seharusnya jumlah buku yang didistribusikan ke sekolah mencapai sebanyak 626.520 eksemplar untuk 138 sekolah. Fakta di lapangan jumlah buku yang disalurkan mengalami kekurangan sebanyak 74 ribu eksemplar.

 

Reporter : Riga Iman
Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar