Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Serius Nih..Parlemen Ajukan Interpelasi Grasi Ola

Kamis, 15 November 2012, 14:00 WIB
Komentar : 0
Suasana rapat paripurna di gedung DPR

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Grasi terhadap gembong narkoba Meirika Franola atau Ola mengundang reaksi keras kalangan parlemen.

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang  Soesatyo menyatakan  terkait dengan masalah grasi tersebit, beberapa anggota parlemen sedang mempertimbangkan mengenai penggunaan hak interpelasi (hak bertanya). Melalui cara ini, diharapkan presiden harus menjelaskan secara gamblang alasan pemberian grasi tersebut.

Menurutnya, masalah narkoba ini merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa, selain masalah terorisme dan korupsi. Karena itu, harus ada komitmen dari Presiden untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

''Bila mafia narkoba seperti yang disinyalir Ketua MK sampai masuk ke lingkungan istana, ini berbahaya. Karena itu harus diklarifikasi betul-betul, siapa yang sebenarnya memberikan rekomendasi pada presiden untuk memberi grasi pada gembong narkoba,'' katanya.

Menurutnya, pembicaraan kemungkinan diambilnya langkah interpelasi ini sudah mulai dibicarakan kalangan anggota parlemen sejak sebelum masa reses, terutama sejak ada pernyataan Ketua MK yang mensinyalir mafia narkoba sudah masuk ke lingkungan istana.

Beberapa anggota DPR yang sudah mempertimbangkan kemungkinan diambilnya langlah interpelasi, antara lain anggota DPR dari Fraksi Gerindra, PDIP, PKS, Hanura, dan Golkar sendiri. ''Setelah reses, pembicaraan mengenai langkah interpelasi ini akan makin intensifkan. Karena untuk mengajukan hak interpelasi, paling tidak dibutuhkan 25 tanda tangan anggota DPR,'' katanya.

Reporter : eko widiyatno
Redaktur : Taufik Rachman
889 reads
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...