Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ada Andi di Laporan BPK, Demokrat: Silahkan Selidiki

Kamis, 01 November 2012, 09:53 WIB
Komentar : 0
Antara/Yudhi Mahatma
Max Sopacua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat (PD) tidak ambil pusing dengan adanya nama Menpora Andi Mallarangeng dalam hasil pemeriksaan laporan investigatif P3SON Hambalang tahap I. Partai penguasa bahkan mengaku bakal legowo dan mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanganinya.

"Saya pikir salah satu jalan keluar. Kalau memang nama itu ada silahkan selidiki nama-nama yang ada,"ujar Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua pada Republika, Kamis (1/11).

Hal itu menurutnya dikarenakan PD konsisten untuk pembenahan dan bersih-bersih partainya. Hal ini dilakukan agar pamor dan citra partai tidak menurun. Karena dia mengakui berita seperti inilah yang menyebabkan citra PD turun. 

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa PD akan menindak siapapun yang bersalah dan apapun jabatannya dan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum (KPK). "Itu berlaku untuk ketum, sekretaris dewan pembina juga dan lain-lain," tegas dia.

Seperti diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan hasil audit investigasi proyek pembangunan kompleks olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat tahap I kepada DPR. Di mana dalam laporan tersebut terdapat nama Menpora Andi Mallarangeng yang  menghilang sebelumnya sebagai salah satu yang bertanggung jawab pada kasus ini. 

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.149 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda