Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Periksa Tiga Saksi Korupsi Alquran

Monday, 29 October 2012, 14:41 WIB
Komentar : 0
Republika/ Tahta Aidilla
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan Alquran dan laboratorium komputer di Kementerian Agama.

Hari ini, Senin (29/10), lembaga anti korupsi itu melakukan pemeriksaan terhadap Vasco Rusemy yang berasal dari pihak swasta.

Kabag Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengatakan bahwa Vasco diperiksa sebagai saksi untuk Dendy Prasetya dan Zulkarnaen Djabar, dua tersangka kasus tersebut.

"Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DP dan ZD," kata Priharsa melalui pesan singkatnya, Senin (29/10).

Selain Vasco, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Rizky Moelyoputro dan Syamsurachman. Keduanya juga berasal dari pihak swasta.

Dalam kasus ini,  KPK telah menetapkan Dendy sebagai tersangka dugaan suap pembahasan anggaran pengadaan Alquran dan laboratorium untuk madrasah tsanawiyah di Kementerian Agama.

Tak hanya Dendy, KPK juga menetapkan anggota Komisi VIII DPR RI, Zulkarnaen Djabbar sebagai tersangka kasus itu. Ayah dan anak tersebut diduga menerima suap sedikitnya lebih dari sepuluh miliar rupiah. Uang suap diberikan untuk mengarahkan nilai anggaran proyek di Kementerian Agama.

Atas perbuatan itu, keduanya diduga melanggar Pasal 5 ayat (2), Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Hazliansyah
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...