Monday, 1 Syawwal 1435 / 28 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hasmi: Kami Antikekerasan

Sunday, 28 October 2012, 14:50 WIB
Komentar : 2
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG —- Mabes Polri mengungkapkan dalam pernyataan persnya, 11 terduga teroris yang ditangkap Sabtu (27/10), berasal dari kelompok bernama Hasmi. Namun, Ketua Umum DPP Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Muhammad Sarbini, menyatakan, organisasinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan penangkapan tersebut.

“Hasmi dalam rilis Polri adalah singkatan dari Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia, dan itu jelas bukan kami,” jelas Sarbini saat dihubungi, Ahad (28/10).

Dia menjelaskan, Hasmi yang didirikan sejak 2005 lalu, terdaftar di Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri dengan Surat No 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012. Di samping itu, organisasi yang dipimpinnya ini juga  mengantongi izin dari Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan Majelis Ulama Indonesia.

“Hasmi adalah organisasi resmi yang bergerak di bidang dakwah umum dan pendidikan. Bukan gerakan bawah tanah,” tegas Sarbini.

Ia mengatakan, dalam menjalankan dakwah, HASMI sangat menghargai toleransi dan antikekerasan.Sarbini menduga, bisa jadi ada segelintir orang yang tidak bertanggung jawab memalsukan nama organisasinya. “Kami tidak tahu niat mereka itu seperti apa,” imbuhnya.

Karena itu, pukul 13.00 WIB Senin (29/10), ia dan beberapa perwakilan Hasmi akan datang ke Mabes Polri untuk mempertanyakan dari mana polisi mendapatkan nama kelompok tersebut. “Apakah dari atribut, bendera, logo, stempel, atau dokumen yang dimiliki para terduga teroris itu,” ujar Sarbini

Reporter : Ahmad Islamy Jamil
Redaktur : Dewi Mardiani
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...