Ahad, 28 Oktober 2012, 14:50 WIB

Hasmi: Kami Antikekerasan

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Dewi Mardiani
blogspot.com
Terorisme (ilustrasi).
Terorisme (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG —- Mabes Polri mengungkapkan dalam pernyataan persnya, 11 terduga teroris yang ditangkap Sabtu (27/10), berasal dari kelompok bernama Hasmi. Namun, Ketua Umum DPP Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Muhammad Sarbini, menyatakan, organisasinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan penangkapan tersebut.

“Hasmi dalam rilis Polri adalah singkatan dari Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia, dan itu jelas bukan kami,” jelas Sarbini saat dihubungi, Ahad (28/10).

Dia menjelaskan, Hasmi yang didirikan sejak 2005 lalu, terdaftar di Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri dengan Surat No 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012. Di samping itu, organisasi yang dipimpinnya ini juga  mengantongi izin dari Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan Majelis Ulama Indonesia.

“Hasmi adalah organisasi resmi yang bergerak di bidang dakwah umum dan pendidikan. Bukan gerakan bawah tanah,” tegas Sarbini.

Ia mengatakan, dalam menjalankan dakwah, HASMI sangat menghargai toleransi dan antikekerasan.Sarbini menduga, bisa jadi ada segelintir orang yang tidak bertanggung jawab memalsukan nama organisasinya. “Kami tidak tahu niat mereka itu seperti apa,” imbuhnya.

Karena itu, pukul 13.00 WIB Senin (29/10), ia dan beberapa perwakilan Hasmi akan datang ke Mabes Polri untuk mempertanyakan dari mana polisi mendapatkan nama kelompok tersebut. “Apakah dari atribut, bendera, logo, stempel, atau dokumen yang dimiliki para terduga teroris itu,” ujar Sarbini