Tuesday, 27 Zulhijjah 1435 / 21 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kunjungan SBY ke AS Dipadati Agenda Ekonomi

Saturday, 22 September 2012, 17:43 WIB
Komentar : 1
setneg
kon
kon

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama sembilan hari ke Amerika Serikat, lebih banyak diisi dengan agenda dalam bidang ekonomi.

Misalnya, menghadiri Indonesia Investment Day di New York Stock Exchange. SBY menyatakan pertemuan itu akan membahas peluang kerja sama bidang ekonomi, bisnis, termasuk investasi antara Indonesia dengan mitra-mitra di luar negeri.

"Forum ini sangat penting mengingat perkembangan ekonomi global, hampir semua negara di dunia mengalami kesulitan pertumbuhan perekonomian dengan penurunan ekspor. Maka sumber pertumbuhan sekarang ini adalah. Investasi disamping konsumsi dalam negari bagi negara yang bisa menjaganya," kata SBY saat memberikan keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (22/9).

SBY menjelaskan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama dan kedua di atas enam persen, bukan berarti Indonesia menjadi lengah. Apalagi, resesi dunia masih berlangsung dan diprediksi akan lebih lama.

Karenanya, Presiden meminta Indonesia bisa menjaga momentum dengan menjaga perekonomian dalam negeri, disamping meningkatkan besaran investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

"Tujuan Indonesia Investment Day memastikan ada kerja sama baik dan menguntungkan antara Indonesia dan mitra Indonesia agar investasi berkembang dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik," katanya mengakhiri.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...