Minggu, 30 Ramadhan 1435 / 27 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Seleksi 30 Staf untuk Jadi Penyidik

Jumat, 21 September 2012, 19:27 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Penyidik KPK (ilustrasi)
Penyidik KPK (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan seleksi terhadap 30 stafnya untuk menggantikan 20 penyidik Polri yang telah habis masa kerjanya. Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat (21/9) mengatakan, seleksi administrasi mulai dilakukan terhadap 30 calon penyidik lembaga antikorupsi itu.

Ia mengatakan, 30 calon penyidik yang sedang menjalani proses seleksi seluruhnya berasal dari internal KPK. Mereka awalnya merupakan penyelidik yang berasal dari direktorat-direktorat di lembaga antikorupsi.

Hingga saat ini, belum ada rencana untuk menerima penyidik sipil berasal dari luar KPK. Untuk tahap awal, calon penyidik akan dipilih dari staf internal lembaga antikorupsi yang memang dinilai memenuhi kualifikasi.

Setelah proses seleksi, tentu penyidik sipil juga harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu, termasuk pelatihan menggunakan senjata api. Calon penyidik juga akan melewati tes psikologi untuk dapat memegang senjata.

Setelah melakukan seleksi tahap pertama terhadap 30 calon penyidik, rencananya KPK masih akan melanjutkan proses seleksi kepada 50 orang lainnya. Tidak dijelaskan apakah seluruhnya juga berasal dari internal lembaga antikorupsi.

KPK memutuskan mengangkat penyidik sipil setelah 20 penyidik Polri yang habis masa tugasnya tidak diperpanjang oleh pihak kepolisian. Pihak Polri memang telah menyediakan gantinya, namun beberapa di antaranya tidak lolos seleksi KPK.

Sebelumnya, Johan mengatakan, persoalan penarikan 20 penyidik Polri karena habis masa tugasnya dan tidak diperpanjang belum selesai setelah diberikan 20 penyidik Polri sebagai pengganti. "Kan harus diseleksi juga," katanya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar