Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Terkait Kicauan Denny, Kaligis Diberondong 15 Pertanyaan

Selasa, 28 Agustus 2012, 18:38 WIB
Komentar : 6
Antara/Fanny Octavianus
OC Kaligis.
OC Kaligis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengacara kondang OC Kaligis memenuhi panggilan penyidik Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya pada Selasa (28/8). Kaligis datang pada pukul 08.45 WIB dan diperiksa selama dua jam.

Kaligis diberondong lima belas pertanyaan oleh tim penyidik. Namun, Kaligis enggan menyebutkan pertanyaan yang ditanyakan kepadanya.

Lebih lanjut, Kaligis mengatakan dirinya menjalani pemeriksaan terkait pasal 310 dan 311 KUHP, serta pasal 27 dan pasal 45 UU ITE. Selain itu, dia juga menyertakan barang bukti berupa print out isi Twitter tersebut.

Kicauan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, di situs jejaring sosial Twitter membuat gerah kalangan advokat. Kicauan yang menyindir advokat terdakwa koruptor pun berbuntut dengan dilaporkannya Denny ke aparat kepolisian.

Pelapor yakni advokat OC Kaligis yang kerap menangani kasus-kasus para koruptor melaporkan Denny ke Polda Metro Jaya pada Kamis (23/8) lalu. Laporan tersebut dicatat dalam laporan polisi Nomor: TBL/2919/VII/2012/2012/PMJ/Ditreskrimum.

Adapun, kicauan Twitter Denny yang dimaksud Kaligis menghina para advokat yakni “Advokat koruptor adalah koruptor. Yaitu Advokat yang asal bela membabi buta. yang tanpa malu terima uang bayaran dari hasil korupsi.”

Di dalam laporan polisi yang dibuat Kaligis, Denny diduga telah melanggar pasal 310 ayat (1) dan ayat (2), pasal 311 ayat (1) KUHP juncto pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.




Reporter : Rizky Jaramaya
Redaktur : Chairul Akhmad
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  ramly Rabu, 29 Agustus 2012, 20:40
Semoga advokat sadar bahaw yang dibela itu siapa dan betul-betul menegakkan hukum jangan merekayasa hukum krn bagaimanapun para korutor adalah musuh negara
  SAM Rabu, 29 Agustus 2012, 12:33
kok yang dipanggil yang ngelapor, bukan yang dilaporkan...???
  rakyat Rabu, 29 Agustus 2012, 08:58
rakyat sudah muak dengan perilaku oknum di bidang hukum yang menangani korupsi, karena koruptor semakin bertambah bukan berkurang
  Karim Rabu, 29 Agustus 2012, 08:54
Dalam hal ini saya mendukung Denny ...
  Erni Rabu, 29 Agustus 2012, 07:17
OCKaligis nolak disebut advokat koruptor krn yg dibelanya masih berstatus tersangka. Kalau nanti terbukti yg dibelanya dihukum terbukti koruptor dan hasil korupsinya disita, apakah OCK mau suka rela serahkan honornya yg dibayarkan dari hasil korupsi? Pasti OCK bisa jawab krn dia advokat beken.