Friday, 24 Zulqaidah 1435 / 19 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

IPW Minta Polri Ungkap Kasus Penembakan di Solo

Monday, 27 August 2012, 22:57 WIB
Komentar : 1
Antara/Andika Betha
Petugas Puslabfor Polda Jateng memeriksa tempat kejadian perkara penembakan di Pos Pengamanan Lebaran Polresta Surakarta di Gemblegan, Solo, Jateng, Jumat (17/8).
Petugas Puslabfor Polda Jateng memeriksa tempat kejadian perkara penembakan di Pos Pengamanan Lebaran Polresta Surakarta di Gemblegan, Solo, Jateng, Jumat (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesian Police Watch (IPW) mengharapkan Polri bisa cepat mengungkap kasus penembakan dan teror terhadap anggota Polri di Solo, Jawa Tengah, agar keresahan masyarakat dan anggota Polri tidak memuncak.

"IPW berharap Polri bisa dengan cepat mengungkap kasus Solo agar keresahan masyarakat dan anggota Polri tidak memuncak," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, melalui siaran persnya, Senin (27/8).

Ia juga mempertanyakan mengapa sudah sepekan pasca-insiden tersebut, Polri belum berhasil mengungkap padahal penanganan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Tengah dan dibantu seorang Brigadir Jenderal dari Mabes Polri.

Bahkan, kata Neta, penanganan kasus tersebut melibatkan Inafis, Puslabfor, Densus 88 dan Bareskrim.

Ia menyebutkan kasus penembakan dan teror terhadap anggota Polri di Solo, yang belum terungkap hingga kini, ternyata tidak hanya meresahkan masyarakat tapi juga mulai membuat khawatir anggota polisi, baik di Solo maupun di luar Solo.

Penembakan dan pelemparan granat tersebut diduga melibatkan "kelompok profesional" yang tidak hanya berskala lokal. Jika kasus ini tidak segera terungkap dikhawatirkan akan muncul lagi teror baru terhadap aparat kepolisian.

"Jika polisi saja sudah diteror, bagaimana publik bisa percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan masyarakat," sindir Neta.





Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Antara
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...