Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Din: Kasus Sampang Jangan Ditutup-Tutupi

Senin, 27 Agustus 2012, 13:28 WIB
Komentar : 3
Antara/M Agung Rajasa
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus kerusuhan Sampang secara terbuka. ‘’Jangan ada yang ditutup-tutupi dengan mereduksi menjadi pertikaian antarkeluarga,’’ kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Senin, (27/8).

Menurut Din, siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan Sampang tersebut harus ditindak tegas. Apalagi ini telah menghilangkan nyawa orang lain,’’ kata dia. Din menilai kerusuhan tersebut merupakan bentuk ketidaksiapan masyarakat hidup berdampingan secara damai dalam konfigurasi kemajemukan. Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan sikap toleransi.

Dia juga mengimbau kepada para ulama untuk membimbing umatnya ke ajaran Islam yang nyata. ‘’Yakni, Islam yang Rahmatan Lil Alamin,’’ kata dia.

Sebelumnya, disebutkan terjadi kembali bentrokan antara kelompok Syiah dan anti-Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, pada Ahad (26/8), sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat dari peristiwa ini, dua orang dinyatakan tewas, lima orang luka, dan empat di antara korban luka dalam kondisi kritis.

Korban tewas diketahui bernama Hamama (40 tahun) dan adiknya yang bernama Thohir (35 tahun). Kedua korban merupakan warga pengikut aliran Syiah.

Reporter : Umi Lailatul
Redaktur : Dewi Mardiani
2.516 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  rita Senin, 27 Agustus 2012, 21:09
jadi selama ini ajaran islam tdk nyata? Alias mimpi, gitu to?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda