Sabtu, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Usai Shalat Ied, Neneng Kembali ke KPK

Minggu, 19 Agustus 2012, 11:46 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi Wicaksono
Neneng Sri Wahyuni (photo file)
Neneng Sri Wahyuni (photo file)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tersangka kasus korupsi Neneng Sri Wahyuni kembali ke rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalankan ibadah Shalat Idul Fitri di rutan Pondok Bambu, Ahad (19/8) pagi.

Mobil tahanan bernomor polisi B 8593 WU, yang membawa Neneng, tiba di Gedung KPK sekira pukul 8.45 WIB. Dengan menenteng tas Louis Vuitton dan berkerudung pashmina hijau, istri mantan bendahara Partai Demokrat itu tergesa-gesa memasuki gedung KPK bersama seorang pria penyidik.

Neneng ditahan KPK karena diduga menerima aliran dana sebesar Rp2,2 miliar dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai Rp8,9 miliar.

Sebelumnya, Neneng dilarikan ke Rumah Sakit Polri Dr. Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (18/8) karena mengalami gangguan pencernaan. Rencananya KPK membuka jam besuk selama dua hari Lebaran, Minggu dan Senin (20/8), pada pukul 10.00 WIBhingga 12.00 WIB.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Barang siapa yang memerhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI: Masyarakat tak Perlu Cari Tahu dan Observasi Terkait Ritual Seks
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan pada dasarnya seks bebas adalah perbuatan yang haram. Terutama ketika...