Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kasus Korupsi, Mantan Direktur Merpati Mulai Disidang Esok

Rabu, 04 Juli 2012, 20:16 WIB
Komentar : 0
Republika/M Syakir
Mantan Direktur Utama PT MNA, Hotasi Nababan.
Mantan Direktur Utama PT MNA, Hotasi Nababan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Hotasi Nababan, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kamis (5/7).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Adi Toegarisman, di Jakarta, Rabu, menjelaskan, Hotasi disidang terkait dugaan korupsi penyewaan dua unit pesawat Boeing 737-500 dan 737-500 dari perusahaan broker di Amerika Serikat, Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) yang merugikan keuangan negara 500 ribu dolar AS.

Selain itu, berkas mantan General Manager Pengadaan PT MNA, Tony Sudjiarto juga sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor dan mulai disidangkan pada Kamis (5/7). "Sesuai dengan penetapan hakim Pengadilan Tipikor pada 5 Juli 2012 akan digelar sidang pertama terdakwa Hotasi Nababan dan Toni Soegiarto," katanya.

Di samping itu, pihaknya belum mengetahui apakah keduanya akan ditahan oleh pihak Pengadilan Tipikor. "Kita belum mendengar penetapan penahanan itu," katanya.

Kasus tersebut berawal pada 2006, saat PT MNA menyewa dua unit pesawat Boeing 737-500 dan 737-500 dari perusahaan broker di Amerika Serikat, Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG).

Kemudian PT MNA memberikan "security deposit" ke TALG sebesar 500 ribu dolar AS setiap pesawat, namun sampai batas yang ditentukan kedua pesawat Boeing itu tidak kunjung tiba. Seharusnya, sesuai perjanjian, satu unit pesawat tiba pada 5 Januari 2007 kemudian disusul pada 20 Maret 2007.

Sementara itu, untuk tersangka Guntur Aradea, mantan Direktur Keuangan PT MNA, masih proses penyidikan.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar