Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 / 03 Maret 2015
find us on : 
  Login |  Register

Selasa Urung Datang, Agung Penuhi Panggilan KPK Pekan Ini

Rabu, 04 Juli 2012, 20:04 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Agung Laksono
Agung Laksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dipastikan akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi Partai Golkar itu bersedia menjadi saksi dalam kasus suap pembahasan Perda PON Riau.

"Hari ini saya dapat informasi dari penyidik bahwa kemarin Pak Agung memberikan keterangan atas ketidakhadirannya. Sehingga, ia bersedia untuk memenuhi panggilan itu pada pekan ini juga. Kalau tidak Kamis ya berarti Jumat ini," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, Rabu (4/7).

Johan mengatakan, karena kemarin Agung memberikan keterangan atas ketidakhadirannya, maka KPK tidak akan mengirimkan surat pemanggilan ulang. Agung cukup datang ke kantor KPK pada waktu yang ia bisa.

Menurut Johan, Agung sendiri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Menkokesra. Ia diperiksa sebagai saksi untuk salah satu tersangka pada kasus itu.

Namun, Johan mengaku tak mendapat informasi mengenai alasan penyidik yang ingin memeriksa Agung. Hanya saja, Johan menjelaskan bahwa setiap saksi yang dipanggil dianggap mengetahui tentang adanya suatu perkara.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar