Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Dia Peran Kaki Tangan Dhana

Wednesday, 04 July 2012, 19:37 WIB
Komentar : 0
Edwin Dwi Putranto/Republika
Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Dhana Widyatmika (tengah).
Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Dhana Widyatmika (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kejaksaan Agung menjelaskan peran sejumlah tersangka yang berkaitan dengan terdakwa kasus pencucian uang, Dhana Widyatmika. Masing-masing memiliki peranannya yang berbeda.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Arnold Angkouw mengungkapkan peranan tersangka Hendro Tirtawijaya (HT). Dialah yang mentransfer uang senilai Rp 17 miliar yang dibagikan ke DW. "Uang itu terus dialirinya. Dia berperan sebagai pembagi jatah," jelasnya di Jakarta, Rabu (4/7).

Hendro mengaku sebagai konsultan pajak PT Mutiara Virgo. Hendro dikenal sebagai rekanan tersangka Herly Isdiharsono, atasan Dhana di Ditjen Pajak. Dia menerima uang dari Johnny Basuki ke Herli Isdiharsono. "Dia yang urus wajib pajaknya," ujarnya.

Arnold memastikan Hendro menerima uang dari praktik manipulasi pajak yang dilakukan Dhana dan wajib pajaknya. "Saya lupa jumlah pastinya. Nanti kita lihat lagi," paparnya. Dalam dakwaan Dhana, Hendro mendapat uang sebesar Rp 20,8 miliar dari Johnny sebagai biaya untuk mengurus pengurangan pajak.

Penyidik Kejagung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah Direktur Utama PT Mutiara Virgo (MV) Johnny Basuki, Komisaris Utama PT Mitra Modern Mobilindo Herly Isdiharsono, Direktur Utama PT APM Salman Maghfiroh, mantan atasan Dhana, Firman, dan Dhana Widyatmika. Dhana sendiri saat ini sudah berstatus terdakwa.

Kasus ini berawal saat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melansir laporan hasil analisis dengan terlapor pegawai negeri sipil (PNS). Terlapor disebut-sebut melakukan transaksi mencurigakan senilai US$ 250 ribu (Rp 2,25 miliar). Belakangan diketahui PNS yang dimaksud bekerja sebagai pegawai pajak.

Reporter : Erdy Nasrul
Redaktur : Djibril Muhammad
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengertian akan Pemanfaatan Air Harus Sejak Usia Dini
JAKARTA -- Memperingati hari pendidikan dan kesehatan, PT PAM Lyonnaise JAYA (Palyja) mengundang beberapa sekolah dasar (SD) untuk berkunjung ke tempat intalasi air...