Jumat, 30 Zulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Besok, Anas Kembali Diperiksa KPK

Selasa, 03 Juli 2012, 18:49 WIB
Komentar : 2
Republika/Edwin Dwi Putranto
Anas Urbaningrum saar dimintai keterangan oleh KPK, Rabu (27/6)
Anas Urbaningrum saar dimintai keterangan oleh KPK, Rabu (27/6)

JAKARTA--Anas Urbaningrum kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/7).

"Anas rencananya akan kembali diperiksa besok untuk mengklarifikasi beberapa informasi mengenai kasus korupsi di Hambalang," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa.
Menurut Johan, Anas dipanggil mewakili dirinya sendiri dan bukan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Anas dipanggil sebagai Anas Urbaningrum pribadi karena ada hal yang harus diklarifikasi dari pengakuan Nazaruddin dan Ignatius Mulyono.

Nazaruddin adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang menjadi terpidana dalam kasus korupsi Wisma Atlet dan kasus dugaan korupsi lain seperti suap pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang juga melibatkan istrinya Neneng Sri Wahyuni
Sedangkan Ignatius Mulyono adalah anggota Fraksi Partai Demokrat yang mengurus sertifikat tanah di Hambalang.

Dalam pemeriksaan pertama pada Selasa (27/6) Anas Urbaningrum membantah seluruh dugaan keterlibatan dirinya dalam korupsi proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1,2 triliun tersebut.

Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad mengatakan masih memerlukan waktu untuk mencari alat bukti guna meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan.

Lebih dari 60 orang telah diperiksa termasuk istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, namun belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
FPI Jenguk Kapolsek Metro Gambir
JAKARTA --  Kapolsek Metro Gambir sempat menjadi korban aksi Front Pembela Islam (FPI) saat demo di depan Balaikota pada tanggal tiga Oktober silam....