Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gedung KPK Butuh Dana Rp 225 Miliar

Monday, 25 June 2012, 16:29 WIB
Komentar : 1
Republika/ Tahta Aidilla
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius untuk mewujudkan rencana pembangunan gedung baru. Bahkan, lahan pembangunan gedung baru KPK sudah tesedia.

Menurut Wakil Ketua KPK, dana yang dibutuhkan dan sudah diajukan  untuk pembangunan gedung sebesar Rp 225 miliar. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap yaitu Rp 61 miliar per tahun.

Lahan gedung yang dibutuhkan seluas 8 ribu meter persegi. Rencananya, gedung itu akan dibangun di Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Rencana pembangunan gedung baru KPK sudah diinformasikan ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum, terkait persetujuan luasnya. Sedangkan MenPAN setuju mengenai sumber dyaa dan Menkeu soal sumber dana. Dari tiga rekomendasi itu, makanya kita ajukan ke DPR," kata Bambang saat dihubungi, Senin (25/6).

Bambang menjelaskan, KPK perlu gedung baru yang sesuai kapasitas dan kinerja sumber daya manusia (SDM) yang ada. Hingga kini, pengajuan itu masih diberi tanda bintang oleh Komisi III DPR. Tanda bintang biasanya diberikan karena ada suatu masalah, sehingga tidak bisa diajukan ke tingkat lebih tinggi, yaitu ke Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Sementara itu, pada hari ini  Senin (25/6), , DPP Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) memberikan dukungan awal terkait niat KPK untuk membangun gedung baru. Mereka bersama denga  54 juta PJL lainnya akan menghimpun dana untuk pembangunan gedung tersebut.   

Sebagai dukungan awal DPP PPKLI menyerahkan uang senilai Rp 1 juta.  Terkait sumbangan itu,  Bambang mengatakan pihaknya harus mengkaji terlebih dahulu. Jangan sampai sumbangan itu berdampak buruk bagi KPK ke depannya.  "Makanya kita juga meminta pendapat dari pemerintah terkait sumbangan ini," kata Bambang.
 
Sama seperti Bambang, Penasehat KPK Abdullah Hehamahua mengatakan, KPK akan membicarakan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait mengenai proses dan prosedur partisipasi masyarakat.  "KPK itu kan lembaga negara, dibiayai oleh APBN. Semua yang dikeluarkan KPK harus budgeter," katanya.

Reporter : muhamad hafil
Redaktur : Taufik Rachman
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ritual Seks Gunung Kemukus, Ini Solusi MUI
JAKARTA --  Terungkapnya sebuah ritual seks kuno di Gunung Kemukus, Jawa Tengah, oleh seorang wartawan asal Australia, Patcrik Abboud membuat geger masyarakat Indonesia....