Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK: Korupsi Hambalang Berujung ke Menpora

Rabu, 20 Juni 2012, 16:38 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Wakil Ketua KPK Bambang Widjoyanto
Wakil Ketua KPK Bambang Widjoyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan kasus korupsi pembangunan sarana olahraga di Hambalang, Bogor mengarah ke Menpora Andi Malarangeng.

Hal tersebut dilihat dari arah pengembangan kasusnya. Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto mengambil contoh penanganan penyidikan kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran. Kasus itu pada awalnya hanya menyeret Dirjen Otonomi Daerah Oentarto. Namun, pada akhirnya dari hasil pengembangan penyidikan, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno ikut terseret.

"Pada akhirnya, ujungnya ke menteri juga kan," kata Bambang di Gedung DPR Jakarta, Rabu (20/6). Namun, Bambang meminta pernyataannya itu tidak disimpulkan pada kasus Hambalang di mana KPK akan menjerat Menpora Andi Malarangeng.

Namun, saat ditanya lebih dalam soal apakah KPK akan menjerat Andi, Bambang mengatakan pihaknya hanya bisa berdoa."Kita berdoa pada Allah SWT," kata Bambang.

Kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang bermula dari pernyataan Muhammad Nazaruddin. Proyek pembangunan Stadion Hambalang di Sentul, Jawa Barat tersebut dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sejak 2010, dan bekerja sama dengan PT Wijaya Karya dengan komposisi pengerjaan masing-masing berbanding 70 persen dan 30 persen.

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Hafidz Muftisany
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar