Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rudenim Penuh, Puluhan Imigran Kabur

Rabu, 13 Juni 2012, 21:47 WIB
Komentar : 0
Antara
Imigran gelap diamankan petugas.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -— Puluhan imigran gelap asal Afghanistan yang diamankan di Kabupaten Sukabumi, Ahad (3/6) lalu masih ditampung di Hotel Sarah, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Para imigran ini sudah selama sepekan lebih berada di hotel.

Ironisnya, dari awal 51 orang imigran yang diamankan, hanya tersisa sebanyak 29 imigran yang bertahan. Sementara sisanya sebanyak 22 orang melarikan diri dan belum berhasil ditemukan.

‘’Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) penuh, jadi imigran masih di Sukabumi,’’ terang Plh Kasie Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Sukabumi, Dedy, Rabu (13/6). Menurutnya, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di Sukabumi.

Pasalnya, imigran gelap yang diamankan di daerah lain pun masih berada di daerahnya masing-masing. Kondisi semacam ini misalnya terjadi di Mataram, Semarang, dan Solo.

Saat ini kata Dedy, Imigrasi Sukabumi menunggu informasi kosongnya Rudenim. Jika sudah ada rudenim yang kosong, maka para imigran ini segera dikirim ke sana. Oleh karena itu, untuk sementara waktu mereka ditampung di hotel Sukabumi.

Namun diakui Dedy, ada sebagian imigran yang melarikan diri. Jumlah imigran yang masih bertahan di hotel mencapai 29 orang. Padahal, awalnya ada sebanyak 51 orang imigran yang diamankan. Para imigran kabur dengan menjebol bagian atap kamar hotel dan turun ke lantai dasar. Sejumlah imigran yang awalnya akan kabur ini sebagian gagal karena mengalami luka-luka ketika terjun dari kamarnya.

Dedy menuturkan, saat ini Kantor Imigrasi dibantu aparat kepolisian tengah mencari puluhan imigran yang kabur. Diduga, mereka masih berada di sekitar Sukabumi. Untuk mencegah kaburnya imigran, kata Dedy, penjagaan di tempat penampungan diperketat. Di sekitar hotel telah ditempatkan sejumlah aparat kepolisian dan petugas Imigrasi.

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Dewi Mardiani
686 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda