Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polri Bantah Modus Martir di Peredaran Narkoba

Selasa, 12 Juni 2012, 16:14 WIB
Komentar : 1
Agung Supriyanto/Republika
 Tersangka kasus narkoba jaringan Internasional bersama barang bukti narkoba jenis shabu, ekstasi dan pil happy five.
Tersangka kasus narkoba jaringan Internasional bersama barang bukti narkoba jenis shabu, ekstasi dan pil happy five.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam proses pengedaran narkotika dari luar negara ke Indonesia diduga menggunakan martir yang membawa narkotika dalam jumlah kecil untuk meloloskan pengiriman narkotika dalam jumlah besar. Namun Direktorat IV Narkotika dan Kejahatan Terorganisir Bareskrim Polri membantah adanya modus tersebut.

"Tidak ada itu, siapa pun dan berapa pun jumlah narkoba yang dibawa, akan kami tangkap, perlakuannya sama," kata Wadir IV Narkotika dan Kejahatan Terorganisir Bareskrim Polri, Kombes Anjan Pramuka Putra, Selasa (12/6). Anjan menambahkan, selama ini peredaran narkotika dari luar negeri, umumnya sebagian besar melalui jalur laut. Namun pengiriman ini akan dilakukan langsung oleh pengirimnya, bukan melalui warga negara Indonesia (WNI) untuk dijadikan sebagai martir.

Ia juga menegaskan pihaknya tidak akan tebang pilih dalam menangkap jaringan narkotika internasional yang mengedarkan narkotika ke Indonesia. Meski ia mengakui dari segi jumlah narkotika yang dapat diamankan, mengalami kenaikan. "Ya memang saat ini sudah semakin besar jumlah narkotika yang diedarkan di Indonesia. Kita akan meningkatkan pengamanan dari jaringan narkotika," tegasnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Dewi Mardiani
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...