Minggu, 5 Zulqaidah 1435 / 31 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wakil Bupati Ditangkap di Pesta Narkotika

Senin, 11 Juni 2012, 18:43 WIB
Komentar : 0
rilisindonesia.com
Narkotika jenis shabu-shabu.
Narkotika jenis shabu-shabu.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak ditangkap bersama enam orang lainnya di perumahan Kompleks Villa Mutiara, Makasar, Sulawesi Selatan, karena diduga melakukan pesta narkotika jenis shabu pada Sabtu (9/6) malam.

Dari tujuh orang yang ditangkap, tiga orang di antaranya (termasuk Syukur Bijak) telah mengaku menggunakan shabu, namun belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang jelas, tiga orang telah mengakui memakai narkoba," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan-Barat, Kombes Polisi Chevy Ahmad Sopari yang dihubungi Republika, Senin (11/6).

Chevy menjelaskan dalam pemeriksaan sebanyak tujuh orang yang ditangkap di tempat kejadian perkara (TKP), tiga orang memang mengakui telah menggunakan narkotika jenis shabu. Namun bukan berarti polisi langsung menetapkannya sebagai tersangka.

Penyidik Polrestabes Makasar dan Polda Sulselbar melakukan tes urine lebih dulu terhadap tujuh orang tersebut. Jika hasilnya positif menggunakan narkoba, maka akan langsung ditetapkan sebagai tersangka. hasil tes urine sendiri baru diketahui pada Rabu (13/6) mendatang.

"Kita sedang fokus untuk mencari siapa pemiliknya dan siapa yang memakainya. Tiga orang ini memang telah mengakui tapi itu tidak cukup harus dibuktikan dengan tes urine," tegasnya.

 

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Heri Ruslan
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar