Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dipolisikan, Komisi III DPR Tuding ICW Ngawur

Kamis, 07 Juni 2012, 16:59 WIB
Komentar : 1
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -— Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil, menganggap aduan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Mabes Polri terhadap dirinya sebagai langkah yang tidak benar. Menurutnya, ketimbang melaporkan ke kepolisian, ICW diharapkan dapat membantu KPK untuk mengusut tuntas kasus Century dan Hambalang. ‘’Itu (aduan ICW) ngawur,’’ katanya, Kamis (7/6).

ICW mengadukan Nasir bersama empat rekannya di Komisi III DPR ke Mabes Polri terkait pemindahan sidang mantan Walikota Semarang, Soemarmo dan Ketua DPRD Jawa Tengah, Murdoko. Pemindahan sidang itu dari Pengadilan Tipikor Semarang ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mendapat aduan dari pengacara Soemarmo, Hotman Sitompul, Komisi III DPR pun mempertanyakan dan mempermasalahkan pemindahan itu ke Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Semarang. Komisi III juga bahkan mendatangi Mahkamah Agung terkait masalah ini.

Selain Nasir, anggota Komisi III lain yang diadukan ke Mabes Polri yaitu Aziz Syamsuddin (wakil ketua komisi III). Termasuk tiga anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani (PPP), Aboe Bakar al Habsy (PKS), dan Syarifudin Suding (Hanura).

Menurut Nasir, pengaduan tersebut justru menunjukkan bahwa ICW tak paham sistem ketatanegaraan dan hukum acara. ‘’Wajar kalau Prof Yusril (Yusril Ihza Mahendra) mempertanyakan dan mengatakan bahwa ICW itu organisasi ilegal,’’ ujar politisi PKS tersebut. Karenanya, Nasir mengaku tak memandang serius persoalan aduan tersebut.

Selain itu, ia mengatakan, Komisi III juga sudah meminta KY untuk memeriksa dan memanggil siapapun yang merendahkan martabat hakim. Bahkan, meminta agar KY memeriksa pimpinan MA. Khususnya Ketua MA, Hatta Ali, yang menandatangani surat keputusan pemindahan siang Soemarmo. ‘’Kita sudah resmi melaporkan ke KY. Siapa yang melanggar, silakan ditindaklanjuti,’’ papar Ahmad Yani.

Reporter : Mansyur Faqih
Redaktur : Dewi Mardiani
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Alfif Alit Senin, 11 Juni 2012, 19:22
Selama ini yang (Aku tahu) ngawur itu DPR, terkhusus Komisi III. Misalnya pemberitaan media pada akhir-akhir ini, semua beritanya miring.

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...