Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Denny Indrayana : Putusan MK Kuatkan Posisi Wamen

Tuesday, 05 June 2012, 15:02 WIB
Komentar : 1
Edwin Dwi Putranto/Republika
Wamenkumham, Denny Indrayana
Wamenkumham, Denny Indrayana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan keberadaan wakil menteri (wamen) dalam jajaran kabinet. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menganggap putusan MK tersebut menguatkan amanat UUD 1945.

"Putusan itu menguatkan bahwa posisi wakil menteri itu konstitusional sesuai UUD 1945. Bagi kami, putusan itu menguatkan amanat dan tentu saja hakim menjelaskan bahwa tugas-tugas kami ke depan harus kami laksanakan dengan lebih keras dan lebih baik," kata Denny di kantornya, Jakarta, Selasa (4/6).
 
Sebelumnya, Ketua MK, Mahfud MD menyatakan MK menolak gugatan keberadaan wamen dalam jajaran kabinet. Ia menegaskan putusan itu sesuai dengan hasil musyawarah sembilan hakim MK, 19 April 2012.
 
Menurut sembilan hakim MK, Presiden memiliki wewenang mengangkat wamen sesuai amanatnya sebagai pemegang kekuasaan berdasarkan UUD 1945. Menurut MK, Presiden berhak mengangkat wamen, bila bertujuan memenuhi harapan masyarakat yang membuat beban kerja kementerian kian berat.
 
Presiden, kata Mahfud, yang harus menilai berat atau tidaknya beban kerja kementerian saat ini. Presiden pun harus menggambarkan pada umum seberapa berat beban kerja itu. Bila beban itu tak lagi berat, maka Presiden harus menghentikan jabatan tersebut.
 
Putusan MK itu menyangkut Pasal 10 UU 39/2008 tentang Kementerian Negara tak berkekuatan hukum mengikat. Perkara uji materil UU Kementerian Negara itu diajukan oleh Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK).

Reporter : Muhammad Hafil
Redaktur : Dewi Mardiani
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...