Kamis, 23 Zulqaidah 1435 / 18 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inilah Anggota Kompolnas Periode 2012-2016

Jumat, 18 Mei 2012, 18:38 WIB
Komentar : 3
Kriminolog Universitas Indonesia Prof Adrianus Meliala
Kriminolog Universitas Indonesia Prof Adrianus Meliala

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan anggota Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas periode 2012-2016, yang dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 61 tahun 2012.

"Rabu (16/5) lalu Pak Presiden menandatangani Keppres tentang penetapan anggota Kompolnas yang baru," kata Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Djoko Suyanto, di Mataram, Jumat.

Djoko merupakan salah seorang menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan terbatas yang digelar di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat di Mataram, Jumat (18/5) sore.

Djoko mengaku baru akan menggelar pertemuan perdana dengan anggota Kompolnas yang baru itu pada Senin (21/5), terkait libur empat hari dalam pekan ini.

Ia mengatakan, berdasarkan Undang Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, dan Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2011 tentang Kompolnas, maka anggota Kompolnas terdiri dari unsur pemerintah sebanyak tiga orang, pakar kepolisian tiga orang, dan tokoh masyarakat sebanyak tiga orang.

Anggota Kompolnas dari unsur pemerintah yakni Menko Polhukam secara "ex officio" sebagai Ketua Kompolnas, Mendagri sebagai wakil ketua, dan Menkumham sebagai anggota.
Dari unsur pakar kepolisian ditetapkan Prof Drs Adrianus Eliasta Meliala MSI MSc, dan Irjen Pol (Purn) Drs Logan Siagian MH, serta Brigjen Pol (Purn) Syafriadi Cut Ali.

Sedangkan dari unsur masyarakat ditetapkan Drs Edi Saputra Hasibuan (unsur pers), Dr Hamidah Abdurrachman (guru besar perguruan tinggi di Jawa Tengah) dan Dr M Nasser SpKK DLAW (psikolog).

Enam nama anggota Kompolnas dari unsur pakar kepolisian dan unsur masyarakat itu diambil dari 12 nama calon anggota Kompolnas yang diserahkan dari Panitia Seleksi Kompolnas di Kantor Presiden, Jakarta, 14 Februari 2012.

"Panitia seleksi merupakan orang-orang independen yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya, sehingga penetapan calon Kompolnas telah melewati proses panjang sejak tahun lalu," ujar Djoko.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : antara
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...