Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diperiksa Kejagung Soal Chevron, Saksi dari BP Migas Bungkam

Monday, 07 May 2012, 20:12 WIB
Komentar : 1
Antara
Logo BP Migas
Logo BP Migas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penyidik satuan khusus (satsus) pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) menjadwalkan pemanggilan tiga orang saksi terkait kasus korupsi proyek bioremediasi fiktif yang dilakukan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), terdiri dari dua orang saksi dari PT CPI dan satu saksi dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).

Saksi dari BP Migas tersebut yaitu Agung P Budiono. Agung mengakui telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi Chevron yang merugikan negara sebesar 23 juta Dolar AS atau sekitar Rp 210 miliar.

Saat ditanya mengenai pemeriksaan yang berlangsung di Gedung Bundar pada Senin (7/5), ia enggan menjelaskannya. "Ya, diperiksa tadi. Tapi saya tidak bisa ngomong, biar humas yang menjelaskan itu," kata Agung P Budiono saat dihubungi Republika, Senin (7/5).

Republika pun menanyakan dalam kapasitas sebagai apa Agung diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut, namun Agung langsung menutup pembicaraan.

Dugaan tindak pidana korupsi Dalam Pelaksanaan Bioremediasi di PT Chevron Pasific Indonesia terjadi antara 2006-2011. Saat melakukan kegiatan pengadaan proyek Bioremediasi, PT Green Planet Indonesia (GPI) dan PT Sumigita Jaya (SJ) sebagai pihak ketiga tidak memiliki atau memenuhi klasifikasi teknis dan sertifikasi dari pejabat berwenang sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah.

Kedua perusahaan tersebut hanya perusahaan atau kontraktor umum, sehingga dalam pelaksanaannya proyek tersebut adalah fiktif belaka atau tidak dikerjakan. Tim penyidik telah menggandeng tim ahli dalam melakukan pemeriksaan terhadap sampel tanah yang menjadi barang bukti tindak pidana korupsi PT CPI melalui dua perusahaan rekanan swasta yang ditunjuknya yaitu PT Sumigita Jaya dan PT Green Planet Indonesia. Pihak Kejagung hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan uji kaboratorium atas contoh tanah yang diambil Tim Penyidik.


Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Djibril Muhammad
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menata Rambut dengan Kacamata Pintar
NEW YORK -- Tutorial penataan rambut banyak diunggah ke situs-situs video seperti YouTube. Tetapi salon di New York baru-baru ini menguji coba metode...